0811-870-3375    JL. JEND. SUDIRMAN NO.74 TENGERANG 15118

Perhatikan Tekanan Angin Saat Berkendara agar Aman dan Nyaman

Perhatikan Tekanan Angin Saat Berkendara agar Aman dan Nyaman

Perhatikan Tekanan Angin Saat Berkendara agar Aman dan Nyaman

Tekanan angin pada ban yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan pabrikan akan berisiko mengalami pecah ban, jika tekanan angin kurang maka bidang kontak ban ke jalan jadi terlalu banyak dan berpotensi pecah ban.

Tekanan angin pada ban yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan pabrikan akan berisiko mengalami pecah ban. Misalnya saja tekanan angin yang kurang. Bidang kontak ban ke jalan jadi terlalu banyak jika tekanan angin pada ban kurang. Jika terus digunakan akan menjadi panas, sehingga semakin mengembang dan kawat baja tidak dapat menahan pengembangan pemuaian sehingga bisa terjadi pecah ban.

Namun jika berbicara soal ban pecah, tidak hanya karena soal tekanan angin yang kurang, melainkan bisa juga karena menabrak lubang atau melalui jalan rusak dengan keras dan sebagainya dengan cara berkendara seperti itu tentunya sangat menyiksa ban.

Selain itu, pengemudi juga tidak dianjurkan melakukan akselerasi dan deselerasi yang kasar atau disebut hard braking. Hal ini adalah bagian dari antisipatif agar kinerja ban tidak terlalu berat beban kerjanya. Cara berkendara tersebut adalah aspek defensif atau perilaku mengemudi dalam memperkecil peluang kecelakaan yang dilakukan setelah melewati aspek preventif terlebih dahulu.

Preventif dalam sisi safety merupakan tindakan sebelum berkendara untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kejadian yang tidak diinginkan. Tindakan preventif terhadap ban bisa dilakukan dengan memastikan kondisi ban layak jalan. Diantaranya memperhatikan umur ban, kebersihan ban, tekanan angin ban, dan alur pada ban.

Ban yang sudah tidak lagi memiliki alur atau kembangnya sudah tipis, otomatis membuat ban tersebut tidak memiliki daya cengkram yang baik. Dikhawatirkan, ban yang sudah tidak memiliki alur yang sempurna akan sangat berbahaya ketika melintas di jalur cepat, apalagi basah atau ketika melakukan pengereman, maka ban yang sudah tidak memiliki alur atau kembang yang sempurna akan kehilangan fungsi cengkramnya.

Pada kondisi ban seperti ini biasanya rawan terjadi kecelakaan, karena seakan-akan si pengendara telat menginjak pedal rem. Tapi kenyataannya bukan si pengendara yang telat menginjak pedal rem, melainkan karena traksi ban yang sudah tidak memiliki daya cengkram yang baik, sehingga titik pengereman bergeser. Bisa dibayangkan, saat orang butuh untuk menghentikan laju mobil akan tetapi mobil masih tidak terkendali karena ban tidak bisa berhenti sesuai dengan kemauan pengendara atau piranti rem. Pada akhirnya, ban malah menjadi tersangka utama penyebab kecelakaan.

Selain pengereman, ban yang alur atau kembangnya sudah tipis juga kerap menjadi ancaman saat mobil harus bermanuver. Daya cengkram yang sudah kurang baik membuat ban tidak mampu berbelok sempurna saat dibutuhkan, sehingga berpotensi mengalami kecelakaan.

Pada dasarnya ban memiliki fungsi untuk menahan beban, menahan guncangan, serta bertindak sebagai alat keamanan. Ketiga hal ini wajib dipahami agar pengendara mobil mengerti bahwa ban memiliki tugas yang tidak kalah berat dengan mesin. Peran ban yang beragam sering dilupakan pengendara mobil. Maka dari itu, selalu perhatikan kondisi ban mobil Teman DFSK dan lakukanlah service secara berkala agar perjalanan kamu berjalan dengan lancar.

Artikel Lainnya

DFSK Gelora siap diluncurkan di Indonesia!

DFSK Gelora siap diluncurkan di Indonesia!

Kini DFSK telah resmi menjual Gelora guna mengisi kendaraan niaga atau komersial. Menurut Deputy Marketing Director PT Sokonindo Automobile Major Qin, Gelora yang akan dipasarkan di Indonesia belum yang berbasis listrik atau Gelora E.

DFSK Resmikan 12 Dealer PT.Auto Indo Utama

DFSK Resmikan 12 Dealer PT.Auto Indo Utama

PT AIU juga mendirikan diler DFSK lainnya di Jakarta, seperti Pluit dan MT Haryono. Selain Jakarta, kota lain yang menjadi tempat berdirinya diler DFSK oleh AIU, antara lain Tangerang, Makassar, Sidoarjo, Palu, Morowali, Kendari, Manado, Gorontalo, dan Kupang.

Perjalanan DFSK Pickup Super Cab selama 3 Tahun di Indonesia

Perjalanan DFSK Pickup Super Cab selama 3 Tahun di Indonesia

Perjalanan DFSK di Indonesia sudah memasuki tahun ketiga sejak penampilan perdananya pada 2017 dengan ditandai oleh penjualan DFSK Super Cab kepada konsumen di tanah air.

DFSK Glory i-Auto Resmi Launching, Harga Rp329 Jutaan

DFSK Glory i-Auto Resmi Launching, Harga Rp329 Jutaan

Setelah diperkenalkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, DFSK akhirnya resmi meluncurkan DFSK Glory i-Auto di Indonesia.

DFSK Glory 560 Solusi Berkendara di Segala Medan

DFSK Glory 560 Solusi Berkendara di Segala Medan

DFSK Glory 560 yang mengusung desain Active SUV sudah memiliki karakteristik yang sesuai dengan jalan-jalan di Indonesia. Mobil ini memiliki kemampuan yang cocok untuk melintasi jalanan berlubang, kontur jalan yang tidak rata, hingga genangan air akibat intensitas hujan yang tinggi.