0811-870-3375    JL. JEND. SUDIRMAN NO.74 TENGERANG 15118

Perjalanan DFSK Pickup Super Cab selama 3 Tahun di Indonesia

Perjalanan DFSK Pickup Super Cab selama 3 Tahun di Indonesia

Perjalanan DFSK Pickup Super Cab selama 3 Tahun di Indonesia

Perjalanan DFSK di Indonesia sudah memasuki tahun ketiga sejak penampilan perdananya pada 2017 dengan ditandai oleh penjualan DFSK Super Cab kepada konsumen di tanah air.

Perjalanan DFSK di Indonesia sudah memasuki tahun ketiga sejak penampilan perdananya pada 2017 dengan ditandai oleh penjualan DFSK Super Cab kepada konsumen di tanah air. Tentu sebagai model kendaraan DFSK yang pertama kali dipasarkan di Indonesia, DFSK Super Cab sudah membuktikan diri sebagai kendaraan komersial yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan konsumen di tanah air.

Sebagai pembuktian kesuksesan 3 tahun perjalanan DFSK Super Cab di Indonesia ditandai dengan penjualannya yang kini sudah mencapai 3.417 unit sejak pertama kali diniagakan. Bahkan bila merujuk kepada penjualan selama satu tahun penuh di 2019, DFSK Super Cab terjual mencapai 2.042 unit dan mengalami kenaikan sebesar 67% dari tahun sebelumnya.
Rancang bangun yang sempurna untuk jalanan di Indonesia serta ditunjang juga dengan ukuran bak belakang yang lebih besar dibandingkan rata-rata kendaraan komersial ringan di kelasnya, menjadikan kendaraan ini memiliki keunggulan yang super. Sebagai catatan untuk bak belakang berukuran 2,310 mm x 1,670 mm x 340 mm (PxLxT) dan mempunyai kapasitas daya angkut hingga 1.399 Kilogram siap membawa lebih banyak barang bawaan dengan stabil dan kokoh.

Sebagai pelengkap dari semua kehandalan DFSK Super Cab, Performa yang ditawarkan termasuk yang terbaik dengan menawarkan mesin yang kuat, irit bahan bakar, dan perawatan yang mudah. DFSK Super Cab dilengkapi dengan mesin bensin DK15 1.500 cc bertenaga 102 daya kuda dan torsi 140 Nm yang sudah pasti handal untuk area perkotaan. Sedangkan untuk kontur jalan yang berbukit, DFSK menawarkan mesin 1.300 cc turbodiesel yang hadir dengan torsi lebih kuat 190 Nm dan tenaga 75 daya kuda.

Konsumen juga tidak perlu ragu akan efisiensi bahan bakar kedua kendaraan ini menawarkan konsumsi bahan bakar yang terbilang irit dan ramah untuk operasional. Berdasarkan data yang dikeluarkan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hasilnya DFSK Super Cab 1.5 Gasoline memiliki catatan konsumsi bahan bakar 13.59 Kilometer/liter dan DFSK Super Cab 1.3 Diesel Turbo mencatat efisiensi bahan bakar 16.19 kilometer/liter yang pastinya menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya.

 

Artikel Lainnya

DFSK Gelora siap diluncurkan di Indonesia!

DFSK Gelora siap diluncurkan di Indonesia!

Kini DFSK telah resmi menjual Gelora guna mengisi kendaraan niaga atau komersial. Menurut Deputy Marketing Director PT Sokonindo Automobile Major Qin, Gelora yang akan dipasarkan di Indonesia belum yang berbasis listrik atau Gelora E.

DFSK Resmikan 12 Dealer PT.Auto Indo Utama

DFSK Resmikan 12 Dealer PT.Auto Indo Utama

PT AIU juga mendirikan diler DFSK lainnya di Jakarta, seperti Pluit dan MT Haryono. Selain Jakarta, kota lain yang menjadi tempat berdirinya diler DFSK oleh AIU, antara lain Tangerang, Makassar, Sidoarjo, Palu, Morowali, Kendari, Manado, Gorontalo, dan Kupang.

DFSK Glory i-Auto Resmi Launching, Harga Rp329 Jutaan

DFSK Glory i-Auto Resmi Launching, Harga Rp329 Jutaan

Setelah diperkenalkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, DFSK akhirnya resmi meluncurkan DFSK Glory i-Auto di Indonesia.

DFSK Glory 560 Solusi Berkendara di Segala Medan

DFSK Glory 560 Solusi Berkendara di Segala Medan

DFSK Glory 560 yang mengusung desain Active SUV sudah memiliki karakteristik yang sesuai dengan jalan-jalan di Indonesia. Mobil ini memiliki kemampuan yang cocok untuk melintasi jalanan berlubang, kontur jalan yang tidak rata, hingga genangan air akibat intensitas hujan yang tinggi.

Perhatikan Tekanan Angin Saat Berkendara agar Aman dan Nyaman

Perhatikan Tekanan Angin Saat Berkendara agar Aman dan Nyaman

Tekanan angin pada ban yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan pabrikan akan berisiko mengalami pecah ban, jika tekanan angin kurang maka bidang kontak ban ke jalan jadi terlalu banyak dan berpotensi pecah ban.